Human Interface Design Principles

Produk dari Apple Computer dirancang menggunakan prinsip dasar yang disebut dengan prinsip interaksi manusia dengan komputer. Apple Computer terkenal akan kemudahan dalam pemakaian sistem computer mereka, terutama pada sistem Mac OS-X®. Ini dikarenakan mereka menggunakan prinsip dasar user interface yang menggunakan pendekatan manusiawi. Adapaun prinsip-prinsip tersebut adalah :

1. Metafora
Gunakan metafora untuk menjelaskan konsep dan fitur yang tersedia di dalam aplikasi. Penggunaan metafora yang konkrit dan familiar dengan lingkungan akan membuat pengguna menjadi nyaman dan mudah beradaptasi.

2. Manipulasi langsung
Manipulasi obyek secara langsung dikomputer membuat pengguna merasa kontrol ada ditangan mereka. Obyek harus tetap tampak nyata di layar ketika pengguna melakukan aksi pada obyek tersebut, dan hasil dari aksi tersebut harus langsun tampak pada layar. Contohnya adalah operasi drag and drop untuk memindahkan file ke folder yang berbeda..

3. See-and-Point (lihat dan tunjuk)
Pengguna melakukan interaksi di layar komputer biasanya menggunakan mouse. Operatin system Macintosh, menganggap pengguna dapat melihat apa yang mereka lakukan di layar dan dapat menunjuk apa yang ingin mereka lihat. Misal ketika operasi drag and drop sebuah file ke folder, pengguna tidak mempunyai pilihan menu ketika ia meletakkan file tersebut ke folder tapi ia tahu hasil yang akan ia peroleh.

4. Konsistensi
Konsistensi didalam sebuah interface akan memudahkan pengguna untuk mentransfer pengetahuan dan kemampuan mereka dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Sehingga tidak perlu belajar dua kali untuk memasuki aplikasi lain.

5. What You See Is What You Get (WYSIWYG)
Dalam sebuah aplikasi yang mengizinkan pengguna untuk mencetak data, usahakan tidak ada perbedaan antara apa yang terlihat di layar dengan yang tercetak.

6. Kontrol Pengguna
Izinkan pengguna bukan komputer, untuk menginisiasi dan mengontrol aksi

7. Dialog dan FeedBack
Informasikan selalu apa yang terjadi dengan aplikasi kita kepada pengguna. Berikan feedback berupa visual ataupun berupa audio, atau kedua-duanya kepada pengguna.

8. Toleransi
Manusia perlu untuk merasa bahwa mereka dapat melakukan sesuatu tanpa merusak sistem, gunakan fasilitas Undo agar mereka merasa aman.

9. Kesan Stabilitas
Interface Macintosh dirancang agar terlihat selau stabil, familiar dan situasi yang dapat ditebak. Gunakan elemen grafis yang konsisten seperti menu, control window, dan sebagainya.

10. Estetika yang terintegrasi
Artinya informasi yang diberikan sesuai dengan desain visual yang diperlihatkan. Aplikasi yang kita buat harus terlihat nyaman bila dilihat terus-menerus.Jaga visual agar tetap sederhana, gunakan bila memang bener perlu untuk menunjang fungsionalitas. Jangan gunakan symbol yang terlalu subyektif, ini akan membuat pengguna menjadi bingung.Berikan feedback elemen grafis sesuai dengan harapan pengguna, jangan mengubah arti dari item yang sdah terstandarisasi.

11. Jangan terbatasi oleh modus kerja.
Jangan batasi pengguna dengan modus yang mengunci ketika sedang bekerja, ketika modus tersebuit bekerja, kita tidak bisa melakukan apa-apa dan harus menunggu operasi sampai selesai.
Kecuali proses memang perlu resource yang berat jangan kunci modus.

12. Pengetahuan akan audience atau pengguna
Kita harus mengetahui siapa pengguna aplikasi yang kita buat. Ini adalah langkah awal yang sangat penting ketika hendak mendisain sesuatu. Kunjungi tempat mereka belajar dan bekerja untuk mengerti bagaimana mereka melakukan pekerjaan mereka atau bagaimana mereka belajar.

13. Kompabilitas yang mendunia
Sistem sofware Macintosh dirancang agar dapa bekerja secara mendunia, dapat digunakan dibelahan dunia manapun juga. Pertimbangkan point-point dibawah ini sebelum mendisain aplikasi.

14. Nilai kultur
Yakinkan bahwa ada beberapa elemen interface yang harus menggunakan bahasa lokal. Pertimbangkan warna, grafis, kalender, teks dan pola penyajian waktu.

15. Perbedaan Bahasa
Penerjemahan harus menggunakan bahasa yang standar, jangan menggunakan makna yang rancu atau bahasa slang.

16. Display teks dan editng teks
Sistem penulisan tiap wilayah memiliki perbedaan. Di negara yang menganut sistim bahasa latin, penulisan dilakukan dari kiri ke kanan.

17. Elemen interface yang teratur
Ketika sebuah dialog di terjemahkan, alignment harus diatur lagi karena perbedaan jumlah huruf dan sebagainya.

18. Resources
Kumpulkan bahan yang menjadi pertimbangan ketika melokalisasi sebuah aplikasi, ini menyangkut ukuran huruf, model penulisan, dan sebagainya

19. Akses universal
Jutaan orang memiliki keterbatasan fisik dan memerlukan perlakuan istimewa, pertimbangkan untuk mendisain sesuatu yang universal sedari tahap perancangan awal. Contoh hal yang harus diperhatikan misalnya :

Frekuensi obyek yang berkedip tidak boleh didalam batas 2hz s/d 55hertz, secara inklusif, ini untuk menghindari efek dapat memancing kondisi medis yang tidak baik pada orang tertentu.

Bila ada respon yang bedasar waktu, beri peringatan terlebih dahulu ketika waktu hendak habis melalui kotak dialog.

Peringatan akan kondisi kritis harus diberikan feedback dalam format audio dan visual.

20. Penglihatan visual yang terbatas
Gunakan teks dengan ukuran tertentu untuk orang dengan penglihatan yang terbatas.

21. Pendengaran yang terbatas
Orang dengan pendengaran terbatas tidak mampu mendengarkan suara dalam tingkat suara yang normal, aplikasi yang bersangkutan tidak boleh memberi informasi hanya dalam bentuk suara saja, harus disertai dengan visual. .

22. Kondisi fisik yang terbatas.
Orang dengan kondisi fisik yang terbatas memerlukan metode akses khusus dengan menggunakan alat input khusus seperti mouse khusus, Sticky keys, dan sebagainya.

 

Diterbitkan di: 14 Desember, 2011

Sumber : http://id.shvoong.com/social-sciences/communication-media-studies/2239040-human-interface-design-principles/#ixzz1jJ9d4cYp

  • Share/Bookmark
1,250 Total Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website